Bagaimana menjaga keseimbangan antara kasih karunia dan ketaatan praktis setiap hari?
BICC Church
Tanggal Pembaruan Terakhir 6 bulan yang lalu
"Jadi intinya gimana? Santai karena kasih karunia, atau kerja keras taat aturan?"
Jawabannya: Bekerja keras KARENA sudah santai.
Bingung? Begini:
Karena kita sudah "santai" (tenang/aman) soal keselamatan kita di tangan Yesus, maka kita punya energi untuk "bekerja keras" menyenangkan hati-Nya.
Kita taat bukan supaya disayang Tuhan, tapi karena sudah disayang.
Sehari-hari, praktikkan ini:
Pagi hari: "Tuhan, terima kasih buat anugerah-Mu. Tolong saya hari ini hidup memuliakan-Mu."
Siang hari (saat godaan datang): "Saya anak Raja, saya tidak mau main di lumpur dosa lagi."
Malam hari: "Ampuni kegagalan saya hari ini, Tuhan. Besok saya mau lebih baik lagi bersama-Mu."
Ini siklus hidup Kristen yang sehat: Menerima Kasih -> Memberi Ketaatan.
Hiduplah dalam irama anugerah: Tarik napas kasih-Nya, hembuskan ketaatan bagi-Nya.
Jawabannya: Bekerja keras KARENA sudah santai.
Bingung? Begini:
Karena kita sudah "santai" (tenang/aman) soal keselamatan kita di tangan Yesus, maka kita punya energi untuk "bekerja keras" menyenangkan hati-Nya.
Kita taat bukan supaya disayang Tuhan, tapi karena sudah disayang.
Sehari-hari, praktikkan ini:
Pagi hari: "Tuhan, terima kasih buat anugerah-Mu. Tolong saya hari ini hidup memuliakan-Mu."
Siang hari (saat godaan datang): "Saya anak Raja, saya tidak mau main di lumpur dosa lagi."
Malam hari: "Ampuni kegagalan saya hari ini, Tuhan. Besok saya mau lebih baik lagi bersama-Mu."
Ini siklus hidup Kristen yang sehat: Menerima Kasih -> Memberi Ketaatan.
Hiduplah dalam irama anugerah: Tarik napas kasih-Nya, hembuskan ketaatan bagi-Nya.
